Sekolah Kehidupan
Eti mulai membagi ceritanya:”Setiap pagi ketika aku
berjalan mengantar Zu akan pasang mata dan telinga memantau situasi
bisnis sekitar jalan dimana L-Restaurant berada. Aku mendapatkan bahwa
setiap toko dan restoran sepanjang Moon Road memiliki lebar 4 meter dan
aku menghitung ada 30 toko di satu sisi Moon Road demikian juga di sisi
yang lain. Jadi keseluruhan toko dan restoran ada 60 unit. Dengan lebar
toko kira-kira 4 meter maka perkiraanku panjang jalan Moon Road adalah
120 meter..”
“Stop... stop Eti, aku ngga pernah lihat kamu bawa
meteran koq bisa tahu lebar satu toko itu 4 meter...” Teki tiba-tiba
menyelak.
“Kumaha ieu, neng Teki, ya aku pakai kira-kira saja,
tapi kira-kira yang masuk akal. Satu meter itu kira-kira 3 langkah kaki.
Jadi kalau 4 meter ya sekitar 12 langkah kaki...” Eti menjelaskan.
Teki dan Mei hanya mengangguk-angguk saja kemudian Eti
menceritakan lebih lanjut: “Dari 30 toko tersebut ada 10 restoran atau
1/3nya dan dari 10 restoran tersebut hanya ada 3 restoran yang buka
mulai jam 0800. Nah ini aku ambil gambarnya dengan HP ku,.........
perhatikanlah ini jam 07.55 antriannya sudah 20 orang yang menunggu. Aku
memeriksa dua restoran yang lain yang juga buka lebih pagi ternyata
sama ada antrian sebelum jam buka restoran walau tidak sebanyak yang
pertama...dan restoran yang pertama itu menjual makan pagi yang Asia
banget deh ....sedangkan yang 2 lainnya cenderung Western Food”
“Hmmmm...... aku tidak menyangka pengamatanmu sampai
sejeli itu Eti.., hebat... hebat..., lalu apa lagi yang teh Eti
lakukan..?” Mei bertanya dengan rasa ingin tahu makin meningkat.
Eti melanjutkan:” Kemudian aku memerhatikan dan
menghtung berapa banyak pelanggan baru yang masuk ke restoran pertama
dan aku dapatkan dalam 5 menit ada 5 pelanggan baru atau 1 pelanggan per
menit. Jadi dalam 1 jam atau 60 menit aku perkirakan ada 60 pelanggan.
Ada sih yang tidak jadi masuk karena tidak ada kursi lagi..... Nah kalau
masing-masing pelanggan makan pagi dengan budget $50 maka antara jam
8.00 dan jam 10.00 atau dalam 2 jam sedikitnya ada bisnis senilai $
6.000..”
“Wah hebat nian teh Eti ini, aku sekarang jadi ingat di
minggu ke 4 Kelas Dasar kita semua belajar tentang mengenali peluang
yaitu ketika kita semua diminta memikirkan apa saja yang susah dicari,
tapi tetap saja pelanggan mencarinya, apa yang mahal tapi masih dibeli
dan produk apa yang pelanggan mau berkorban untuk mendapatkannya.
Mengantri kan menunjukkan adanya pengorbanan ..... ya ini itu lho yang
namanya apa ya dalam bahasa Inggrisnya Mei.... ada kata over dan over
nya itu lho...” Teki mencoba mengingat pelajaran di Kelas Dasar.
Mei yang diam-diam menyimak segera menyambut pertanyaan
Teki:”Itu lho over demand, permintaan yang berlebih menunjukkan adanya
peluang baru. Ini sama juga dengan dengan under supply yaitu pasokan
yang kurang... semuanya adalah tanda-tanda peluang......”
“Wow memang benar ya kalau kita mempraktekkan
teori-teori itu seakan nyata dan hidup di dalam hati kita dan yang
pentingkan prakteknya bukan sekedar hafal teorinya...” Demikian Teki
menyimpulkan.
“Jadi... jadi selanjutnya apa yang kau lakukan Teki.. apa kau langsung menyampaikan ke Mr.Lee..? Mei bertanya.
Eti terseyum lalu menjawab:”Aku sempat ragu sih sehingga aku sempat sms ke beberapa teman yaitu Mizety Tania, Nick Mango, Fanny Ceria dan Esti Wijaya dan semua mendukung bahwa L-Restaurant harus buka lebih pagi dan menyediakan breakfast menu.
Nah karena ternyata teman-temanku itu juga mendukung aku
jadi berani menemui Mr.Lee dan aku menunjukkan 3 hal kepada dia.
Pertama foto pelanggan yang mengantri untuk makan pagi di restoran
pertama. Kedua perhitungan kasar berapa besar bisnis yang terjadi kalau
buka restoran mulai jam 0800 dan ketiga pengamatan ku tentang apa saja
yang paling banyak dicari untuk makan pagi.... aku kan bisa mengintip
dari luar apa saja sih yang paling banyak dipesan..”
“Lalu, lalu .... apa reaksi Mr.Lee..?” Tanya Teki dan Mei hampir bersamaan.
“Dia tercengang-cengang sambil garuk kepala rupanya dia
binggung kenapa dia sendiri tidak terpikir..... nah waktu dia masih
bingung aku tembak lagi dia dengan ide yang ke 2 tentang bagaimana
meningkatkan penjualan di dalam L-Restaurant itu sendiri melalui promosi
yang terbukti ampuh.., masih ingat mendengar..? Eti sembari
mengerlingkan mata dan percaya diri menggoda sahabat-sahabatnya.
“Mau, mau, mau dong.....”Teki dan Mei menjawab serempak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar