Jumat, 26 Oktober 2012

SEKOLAH KEHIDUPAN Bagian 9


Sekolah Kehidupan
Bagian 9: Inisiatif & Inovasi Eti



Eti mulai membagi ceritanya:”Setiap pagi ketika aku berjalan mengantar Zu akan pasang mata dan telinga memantau situasi bisnis sekitar jalan dimana L-Restaurant berada. Aku mendapatkan bahwa setiap toko dan restoran sepanjang Moon Road memiliki lebar 4 meter dan aku menghitung ada 30 toko di satu sisi Moon Road demikian juga di sisi yang lain. Jadi keseluruhan toko dan restoran ada 60 unit. Dengan lebar toko kira-kira 4 meter maka perkiraanku panjang jalan Moon Road adalah 120 meter..”
“Stop... stop Eti, aku ngga pernah lihat kamu bawa meteran koq bisa tahu lebar satu toko itu 4 meter...” Teki tiba-tiba menyelak.
“Kumaha ieu, neng Teki, ya aku pakai kira-kira saja, tapi kira-kira yang masuk akal. Satu meter itu kira-kira 3 langkah kaki. Jadi kalau 4 meter ya sekitar 12 langkah kaki...” Eti menjelaskan.
Teki dan Mei hanya mengangguk-angguk saja kemudian Eti menceritakan lebih lanjut: “Dari 30 toko tersebut ada 10 restoran atau 1/3nya dan dari 10 restoran tersebut hanya ada 3 restoran yang buka mulai jam 0800. Nah ini aku ambil gambarnya dengan HP ku,......... perhatikanlah ini jam 07.55 antriannya sudah 20 orang yang menunggu. Aku memeriksa dua restoran yang lain yang juga buka lebih pagi ternyata sama ada antrian sebelum jam buka restoran walau tidak sebanyak yang pertama...dan restoran yang pertama itu menjual makan pagi yang Asia banget deh ....sedangkan yang 2 lainnya cenderung Western Food”
“Hmmmm...... aku tidak menyangka pengamatanmu sampai sejeli itu Eti.., hebat... hebat..., lalu apa lagi yang teh Eti lakukan..?” Mei bertanya dengan rasa ingin tahu makin meningkat.
Eti melanjutkan:” Kemudian aku memerhatikan dan menghtung berapa banyak pelanggan baru yang masuk ke restoran pertama dan aku dapatkan dalam 5 menit ada 5 pelanggan baru atau 1 pelanggan per menit. Jadi dalam 1 jam atau 60 menit aku perkirakan ada 60 pelanggan. Ada sih yang tidak jadi masuk karena tidak ada kursi lagi..... Nah kalau masing-masing pelanggan makan pagi dengan budget $50 maka antara jam 8.00 dan jam 10.00 atau dalam 2 jam sedikitnya ada bisnis senilai $ 6.000..”
“Wah hebat nian teh Eti ini, aku sekarang jadi ingat di minggu ke 4 Kelas Dasar kita semua belajar tentang mengenali peluang yaitu ketika kita semua diminta memikirkan apa saja yang susah dicari, tapi tetap saja pelanggan mencarinya, apa yang mahal tapi masih dibeli dan produk apa yang pelanggan mau berkorban untuk mendapatkannya. Mengantri kan menunjukkan adanya pengorbanan ..... ya ini itu lho yang namanya apa ya dalam bahasa Inggrisnya Mei.... ada kata over dan over nya itu lho...” Teki mencoba mengingat pelajaran di Kelas Dasar.
Mei yang diam-diam menyimak segera menyambut pertanyaan Teki:”Itu lho over demand, permintaan yang berlebih menunjukkan adanya peluang baru. Ini sama juga dengan dengan under supply yaitu pasokan yang kurang... semuanya adalah tanda-tanda peluang......”
“Wow memang benar ya kalau kita mempraktekkan teori-teori itu seakan nyata dan hidup di dalam hati kita dan yang pentingkan prakteknya bukan sekedar hafal teorinya...” Demikian Teki menyimpulkan.
“Jadi... jadi selanjutnya apa yang kau lakukan Teki.. apa kau langsung menyampaikan ke Mr.Lee..? Mei bertanya.
Eti terseyum lalu menjawab:”Aku sempat ragu sih sehingga aku sempat sms ke beberapa teman yaitu Mizety Tania, Nick Mango, Fanny Ceria dan Esti Wijaya dan semua mendukung bahwa L-Restaurant harus buka lebih pagi dan menyediakan breakfast menu.
Nah karena ternyata teman-temanku itu juga mendukung aku jadi berani menemui Mr.Lee dan aku menunjukkan 3 hal kepada dia. Pertama foto pelanggan yang mengantri untuk makan pagi di restoran pertama. Kedua perhitungan kasar berapa besar bisnis yang terjadi kalau buka restoran mulai jam 0800 dan ketiga pengamatan ku tentang apa saja yang paling banyak dicari untuk makan pagi.... aku kan bisa mengintip dari luar apa saja sih yang paling banyak dipesan..”
“Lalu, lalu .... apa reaksi Mr.Lee..?” Tanya Teki dan Mei hampir bersamaan.
“Dia tercengang-cengang sambil garuk kepala rupanya dia binggung kenapa dia sendiri tidak terpikir..... nah waktu dia masih bingung aku tembak lagi dia dengan ide yang ke 2 tentang bagaimana meningkatkan penjualan di dalam L-Restaurant itu sendiri melalui promosi yang terbukti ampuh.., masih ingat mendengar..? Eti sembari mengerlingkan mata dan percaya diri menggoda sahabat-sahabatnya.
“Mau, mau, mau dong.....”Teki dan Mei menjawab serempak
(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar