Sekolah Kehidupan
Bagian 3: Setelah Pelatihan Usai
Teki akhirnya dapat
mengikuti Kelas Dasar dan dengan gembira ia bisa menyelesaikan selama 6
X. Tidak mudah ia melakukannya karena perjalanan ke Olympic House sudah
lebih dari 1 jam. Kadang pekerjaan di rumah majikan juga bervariasi
sehingga ia hampir kehilangan satu kelas tidak dijinkan karena majikan
kedatangan tamu dari US. Untung ada kelas hari Sabtu sehingga Teki bisa
hadir di hari Sabtu. Selama pembejaran Teki membangun persahabatan
dengan 2 teman baru. Yang pertama adalah Eti atau teh Eti yang berasal
dari Jawa Barat, Eti sudah 8 tahun di Hong Kong. Yang kedua adalah Mei
yang berasal dari Jawa Timur, nama asli Mei adalah Meti namun lidah
majikan Hong Kong sering keseleo memanggil Meti sehingga kerap dipanggil
Mei. Nah itulah asal usulnya kenapa Meti sekarang punya nama Hong Kong
yaitu Mei. Mei sudah bekerja selama 5 tahun di Hong Kong dan sebelumnya
pernah kerja 2 tahun di Singapura.
Suatu hari di pertemuan yang pertama pelatihan Kelas Dasar mereka berada di satu kelompok diskusi yang sama.
“Wah kita ini kayaknya cocok satu sama lain ya...” Teki suatu kali berkata di saat mereka diskusi kelompok.
“Minggu depan duduk barengan lagi ya mbak Teki dan neng Eti.., nei ni?” demikian ajakan simpatik Mei.
“Hai... hai...setuju” Teki
dan Eti hampir berbareng menyambut. Setelah beberapa minggu tampaknya
ke 3 peserta pelathan ini makin akrab saja tampaknya.
“Kita perlu kasih nama nih geng kita ini, apa ya...” Teki membuka diskusi .
“Mmmm .... Geng 3 Dara..”
Eti cepat berpendapat, maklum sekarang dia makin berani berbicara
setelah mendapat motivasi dalam pelatihan kreativitas dan inovasi dari
pelatih Dharma Kusuma. Padahal sebelumnya neng Eti biasa hanya duduk,
diam senyum-senyum saja sangat jarang ia berani berpendapat.
“Ah, kurang keren teh Eti, kalau hanya pakai 3 Dara, nama itu kurang entrepreneur ah....” kata Teki
“Kalau kata pak Dharma
kurang berbobot... ha, ha, ha” disambut tawa Mei yang kemudian disambut
oleh tawa bersama ketiga BMI alumni Sahabat Mandiri Kelas Dasar ini
karena teringat pada pelatih Dharma Kusuma yang memang memiliki bobot
tubuh paling surplus diantara pelatih yang lain.
“Sujes, sujes, sujes....”
Sambut Eti yang kemudian membuat mereka makin tergelak karena kata sujes
adalah kependekatan dari sudah jelas yang biasa dikatakan oleh pak
Agung Walujo pelatih UCEC dengan kumis paling lebat.
“Aku usul kita pakai nama Grup 3E saja...” Demikian Teki mengusulkan.
“Koq Grup 3 E, emangnya grup band...” Mei cepat merespon.
“Begini aku akan jelaskan..” Teki menarik nafas sejenak dan kemudian melanjutkan.
“Perhatikan
perusahaan-perusahaan besar bukankah menggunakan nama Group dan bukang
Geng. Misalnya Ciputra Group, Kompas Gramedia Group dan kalau E itu kan
artinya Entrepreneur....”
“Bole juga... tapi.....” Mei berpendapat.
“Mei jangan pakai tapi
dong, kumaha ieu si Mei itu, masih ingat ngga pelajaran pak Dharma waktu
minggu 2, itu tuh kreativitas dan inovasi, kita kan diajarkan bukan
berkata tapi, kita ganti dengan dan, misalnya E itu bisa Entrepreneur
dan semua nama kita ada huruf E nya bukan ...” Eti dengan sigap
menanggapi pendapat Mei, rupanya pembelajaran minggu ke 2 itu sangat
meresap untuk Eti.
“Betul, betul teh Eti, aku
juga mau nambahin nih,... E bisa berarti salah satu huruf yang ada di
nama kita, semua nama kita ada huruf E nya dan juga bisa berarti Ekonomi
Sejahtera..” Teki menyambut pendapat Eti.
“Ekonomi Sejahtera dan Ekpresi Diri...” Dengan segera Mei melanjutkan.
“Ekspresi Diri dan Empati Sesama..” Dengan segera juga Eti menyambar pendapat Mei.
Mereka kini saling
berpandangan dan kemudian meledak tawa mereka dan saling
berangkulan:”Kita sudah menjadi orang yang berbeda bukan...?” Teki
berkata.
“Ya, ya persis ya seperti
yang pernah dikatakan mbak Sari Gunkid di Kelas lanjutan, katanya
orang-orang terdekat menganggapnya edan..”. Demikian Mei yang
berpendapat.
“Ha, ha, ha, ha, kita memang sudah edan, anyway kata edan pakai huruf E juga kan...” Eti berpendapat.
“Ha, ha, ha, ha, ha....”. Mereka bertiga makin keras tertawa.
“Ngomong-ngomong E yang lain bisa apa ya...?” Teki melanjutkan.
“Enaaaaak, ini slogan penting untuk bisnis Resto ku yang akan ku kembangkan..” Demikian Mei menjawab
“Excellent juga bisa..”. Eti melanjutkan
“Extra Joss, Eksotik, Ekspresi dan EGP....” Teki makin lancar mencipta ide.
“Koq EGP sih, itu kan artinya Emangnya Gua Pikirin, masa pelanggan di EGP kan..?” Mei yang kritis berpendapat.
Eti yang sudah makin
positif dan kreatif dengan segera menjelaskan:”Bukan begitu Mei,
maksudnya Teki kita EGP kan saja orang-orang yang menganggap kita gila
dan edan itu....”
“Ha, ha, ha, ha. nei zan zung ji..” Mereka sekarang pun tertawa riang.
Tidak terasa pelatihan
Mandiri Sahabatku sudah mencapai pertemuan yang ke 6. Di pertemuan ke 6
itu ada ragam kejutan yang menyentuh hati dan membuat 3 sahabat ini
makin kokoh tekadnya menempuh jalan entrepreneurship. Nah setelah
penutupan Kelas Dasar tidak ada kelas kelas lagi atau hari-hari libur
mereka kembali menjadi hari liburan. Grup 3 E mulai berbincang tentang
apa-apa saja yang harus mereka lakukan kalau sudah tidak ada lagi
Pelatihan Mandiri Sahabatku. Apa yang harus mereka lakukan untuk mengisi
waktu secara produktif. Mereka khawatir semangat yang membara itu akan
makin meredup dengan berjalannya waktu karena tidak ada
kegiatan-kegiatan yang mendorong entrepreneurship dalam diri mereka. Apa
yang harus dilakukan di masa paska pelatihan itulah yang menjadi bahan
diskusi yang seru di Grup 3 E.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar