Jumat, 26 Oktober 2012

SEKOLAH KEHIDUPAN Bagian 3



Sekolah Kehidupan
Bagian 3: Setelah Pelatihan Usai
Teki akhirnya dapat mengikuti Kelas Dasar dan dengan gembira ia bisa menyelesaikan selama 6 X. Tidak mudah ia melakukannya karena perjalanan ke Olympic House sudah lebih dari 1 jam. Kadang pekerjaan di rumah majikan juga bervariasi sehingga ia hampir kehilangan satu kelas tidak dijinkan karena majikan kedatangan tamu dari US. Untung ada kelas hari Sabtu sehingga Teki bisa hadir di hari Sabtu.  Selama pembejaran Teki membangun persahabatan dengan 2 teman baru. Yang pertama adalah Eti atau teh Eti yang berasal dari Jawa Barat,  Eti sudah 8 tahun di Hong Kong. Yang kedua adalah Mei yang berasal dari Jawa Timur, nama asli Mei adalah Meti namun lidah majikan Hong Kong sering keseleo memanggil Meti sehingga kerap dipanggil Mei. Nah itulah asal usulnya kenapa Meti sekarang punya nama Hong Kong yaitu Mei. Mei sudah bekerja selama 5 tahun di Hong Kong dan sebelumnya pernah kerja 2 tahun di Singapura.
Suatu hari di pertemuan yang pertama pelatihan Kelas Dasar mereka berada di satu kelompok diskusi yang sama.
“Wah kita ini kayaknya cocok satu sama lain ya...” Teki suatu kali berkata di saat mereka diskusi kelompok.
“Minggu depan duduk barengan lagi ya mbak Teki dan neng Eti.., nei ni?” demikian ajakan simpatik Mei.
“Hai... hai...setuju” Teki dan Eti hampir berbareng menyambut.  Setelah beberapa minggu tampaknya ke 3 peserta pelathan ini makin akrab saja tampaknya.
“Kita perlu kasih nama nih geng kita ini, apa ya...” Teki membuka diskusi .
“Mmmm .... Geng 3 Dara..” Eti cepat berpendapat, maklum sekarang dia makin berani berbicara setelah mendapat motivasi dalam pelatihan kreativitas dan inovasi dari pelatih Dharma Kusuma. Padahal sebelumnya neng Eti biasa hanya duduk, diam senyum-senyum saja sangat jarang ia berani berpendapat.
“Ah, kurang keren teh Eti, kalau hanya pakai 3 Dara, nama itu kurang entrepreneur ah....” kata Teki
“Kalau kata pak Dharma kurang berbobot... ha, ha, ha” disambut tawa Mei yang kemudian disambut oleh tawa bersama ketiga BMI alumni Sahabat Mandiri Kelas Dasar ini karena teringat pada pelatih Dharma Kusuma yang memang memiliki bobot tubuh paling surplus diantara pelatih yang lain.
“Sujes, sujes, sujes....” Sambut Eti yang kemudian membuat mereka makin tergelak karena kata sujes adalah kependekatan dari sudah jelas yang biasa dikatakan oleh pak Agung Walujo pelatih UCEC dengan kumis paling lebat. 
“Aku usul kita pakai nama Grup 3E saja...” Demikian Teki mengusulkan.
“Koq Grup 3 E, emangnya grup band...” Mei cepat merespon.
“Begini aku akan jelaskan..” Teki menarik nafas sejenak dan kemudian melanjutkan.
“Perhatikan perusahaan-perusahaan besar bukankah menggunakan nama Group dan bukang Geng. Misalnya Ciputra Group, Kompas Gramedia Group dan kalau E itu kan artinya Entrepreneur....”
“Bole juga... tapi.....” Mei berpendapat.
“Mei jangan pakai tapi dong, kumaha ieu si Mei itu, masih ingat ngga pelajaran pak Dharma waktu minggu 2, itu tuh kreativitas dan inovasi, kita kan diajarkan bukan berkata tapi, kita ganti dengan dan, misalnya E itu bisa Entrepreneur dan semua nama kita ada huruf E nya bukan ...” Eti dengan sigap menanggapi pendapat Mei, rupanya pembelajaran minggu ke 2 itu sangat meresap untuk Eti.
“Betul, betul teh Eti, aku juga mau nambahin nih,... E bisa berarti salah satu huruf yang ada di nama kita, semua nama kita ada huruf E nya dan juga bisa berarti Ekonomi Sejahtera..” Teki menyambut pendapat Eti.
“Ekonomi Sejahtera dan Ekpresi Diri...” Dengan segera Mei melanjutkan.
“Ekspresi Diri dan Empati Sesama..” Dengan segera juga Eti menyambar pendapat Mei.
Mereka kini saling berpandangan dan kemudian meledak tawa mereka dan saling berangkulan:”Kita sudah menjadi orang yang berbeda bukan...?” Teki berkata.
“Ya, ya persis ya seperti yang pernah dikatakan mbak Sari Gunkid di Kelas lanjutan, katanya orang-orang terdekat menganggapnya edan..”. Demikian Mei yang berpendapat.
“Ha, ha, ha, ha, kita memang sudah edan, anyway kata edan pakai huruf E juga kan...” Eti berpendapat.
“Ha, ha, ha, ha, ha....”. Mereka bertiga makin keras tertawa.
“Ngomong-ngomong E yang lain bisa apa ya...?” Teki melanjutkan.
“Enaaaaak, ini slogan penting untuk bisnis Resto ku yang akan ku kembangkan..” Demikian Mei menjawab
“Excellent juga bisa..”. Eti melanjutkan
“Extra Joss, Eksotik, Ekspresi dan EGP....” Teki makin lancar mencipta ide.
“Koq EGP sih, itu kan artinya Emangnya Gua Pikirin, masa pelanggan di EGP kan..?” Mei yang kritis berpendapat.
Eti yang sudah makin positif dan kreatif dengan segera menjelaskan:”Bukan begitu Mei, maksudnya Teki kita EGP kan saja orang-orang yang menganggap kita gila dan edan itu....”
“Ha, ha, ha, ha.  nei zan zung ji..” Mereka sekarang pun tertawa riang.     
Tidak terasa pelatihan Mandiri Sahabatku sudah mencapai pertemuan yang ke 6. Di pertemuan ke 6 itu ada ragam kejutan yang menyentuh hati dan membuat 3 sahabat ini makin kokoh tekadnya menempuh jalan entrepreneurship. Nah setelah penutupan Kelas Dasar tidak ada kelas kelas lagi atau hari-hari libur mereka kembali menjadi hari liburan. Grup 3 E mulai berbincang tentang apa-apa saja yang harus mereka lakukan kalau sudah tidak ada lagi Pelatihan Mandiri Sahabatku. Apa yang harus mereka lakukan untuk mengisi waktu secara produktif. Mereka khawatir semangat yang membara itu akan makin meredup dengan berjalannya waktu karena tidak ada kegiatan-kegiatan yang mendorong entrepreneurship dalam diri mereka. Apa yang harus dilakukan  di masa paska pelatihan itulah yang menjadi bahan diskusi yang seru di Grup 3 E.
(Bersambung ke Bagian 4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar