SHARING DARI MAS ERIC YOSUA YG SANGAT MENGINSPIRASI
Halo Teman-teman, apa kabar?
sesuai janji saya menceritakan tentang event yang Mahasiswa IHTB UC kerjakan bagi Kota Surabaya.
Di IHTB UC, kita tiap tahun membuat event untuk anak-anak semester 1.
Tahun 2011 kita membuat event Chinese Culture Festival dengan 2 dosen
(Saya dan rekan). Tahun ini, waktu saya libur lebaran, saya dan keluarga
tidak kemana-mana, sehingga di tengah waktu luang itu, saya mendapat
ide untuk membuat pameran tentang pariwisata se-Surabaya.
Untuk memulai event ini, kita hanya punya modal start 700 ribuan (hasil uang sisa untuk games waktu camping jurusan)
Nah disinilah proses entrepreneurship dimulai:
Saya mencari dukungan kepada internal jurusan dan setelah saya
menyampaikan ide, saya mendapatkan dukungan, maka acc pertama sudah
terlewati,
Melalui kepala jurusan Saya, beliau membantu mencari
dukungan dari Dinas Pariwisata Kota Surabaya dan kita mendapatkan
dukungan berupa keikutsertaan obyek-obyek pariwisata se-Surabaya (yang
berminat) dengan FREE stand.
Selanjutnya Saya mencoba melobi
pemilik tempat pameran, yaitu Tunjungan Plaza (Pakuwon Group), ada
kecemasan tersendiri ketika saya melobby mereka, yaitu kita sama-sama
dari grup property, yaitu Ciputra dan Pakuwon. Tapi setelah meyakinkan
mereka akan gagasan kita, mereka mau memberikan keringanan biaya venue
dari harga 150 juta menjadi 33 juta.
Selanjutnya adalah Saya
meyakinkan mahasiswa untuk berani menerima tantangan, tantangan yang
sangat mengerikan, mission impossible, yaitu menyelenggarakan pameran
pariwisata dalam waktu 1,5 bulan (6 minggu) dengan budget 198 juta.
Untungnya mahasiswa kita sangat suka tantangan. Waktu 6 minggu dan
bermodalkan 700 ribuan untuk menyelenggarakan event hampir 200 juta
terasa sangat mustahil dilakukan. apalagi aturan yang kita terapkan
sangat jelas, dilarang meminta sumbangan dan meminta dana orang tua.
jadi mereka harus berupaya menjual ide kepada para sponsor.
Singkat cerita, kita mengandalkan jaringan (network), menjual ide dan
dari situ kami mendapatkan dukungan. Hasil dukungan dari Dinas
Pariwisata adalah Piala walikota, keringanan pajak reklame dan
kedatangan Ibu Walikota (Walaupun di menit terakhir diwakili Asisten
Kota karena ada panggilan dari DPRD). Kita memasang 27 Spanduk 6 meter, 3
Baliho 4x6 meter, 2 Billboard, Radio2, dan TV Lokal
Tidak
semua kita pergunakan uang, namun kita menjalin kerjasama dengan mereka,
shingga kita bisa mendapatkan banyak kemudahan, misal tayang di TV
seharga 27 juta, kita bisa mendapatkan gratis, Iklan Radio seharga 6
juta kita bisa dapat gratis dengan menukar logo. dan masih banyak lagi.
Sebenarnya kalau diceritakan sangat panjang sekali. Di Akhir cerita
kita mendapatkan profit 30 Juta dan banyak liputan media TV karena yang
kita tampilkan memang berbeda dan pertama di Surabaya. dari modal 700
ribu mendapatkan laba 30 juta. Bahkan pihak Tunjungan Plaza menantang
untuk tahun depan tetap dilaksanakan di TP lagi.
Intinya adalah
berani bermimpi. membuat event skala kota merupakan mimpi saya selama 7
tahun dan baru terealisasi, jadi jangan pernah berhenti bermimpi. Namun
bukan sekedar bermimpi, tapi harus mempersiapkan diri dengan kemampuan.
sehingga ketika kesempatan itu menikah dengan kemampuan, maka lahirlah
kesuksesan.
Berani mengambil Resiko yang telah diperhitungkan,
saya mengambil resiko karena saya sudah terlebih dahulu mendalami dan
banyak bertanya, tentang berapa peluang yang umumnya orang datang di
pameran, dan lain sebagainya.
Keunikan, membuat sesuatu yang
berbeda merupakan salah satu nilai penting. Di acara ini, kami
menampilkan 40 Obyek Wisata se-Surabaya, beberapa koleksi yang
dipamerkan adalah KISWAH (Kain penutup Kabah asli dari Raja Arab Saudi
kepada NU), Celana anti perkosaan dan masih banyak lagi yang menarik)
Jaringan/Networking: Network itu tidak selalu harus berasal dari
kita,namun kita bisa meminta bantuan orang lain untuk saling mengenalkan
kepada network yang lebih besar.
dan yang paling penting, event ini membuktikan bahwa modal uang bukanlah segalanya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar