Jumat, 26 Oktober 2012

SEKOLAH KEHIDUPAN Bagian 13

Sekolah Kehidupan
Bagian 13: Gagasan Yang Tidak Dapat Ditolak



Mey yang sudah paham dan berwawasan luas tentang Kecerdasan Jamak mempraktekkan pengetahuan barunya kepada Grace. Ia melakukan pengamatan yang mendalam dan mencatat hal-hal yang penting tentang perilaku Grace. Ia ingin dapat mengetahui dengan tepat apa keberbakatan Grace dan apa cara terbaik mengembangkannya. Suatu sore Mrs.Chen sangat gundah karena hasil ulangan Matematika dari Grace kembali tidak memuaskan. Ia melepaskan kejengkelannya dengan duduk menyendiri sambil menghela nafas dengan berat pada saat itulah Mey datang mendekat dan memberikan sebuah pertanyaan yang sangat mengejutkan:
“Mrs.Chen seandainya Grace kelak menjadi bintang panggung seperti Teresa Teng atau the Twins yang patungnya ada di Museum Madame Tussaud apakah sebagai seorang ibu akan merasa bangga...?
“Ya, tentu pasti, ibu mana yang tak bangga melihat prestasi anaknya yang kemudian dianggap pantas berada di Museum Madame Tussaud..” Mrs.Grace menjawab dengan segera namun kemudian Mey melanjutkan.
“Maaf madam ini pertanyaan yang kedua, seandainya Grace mencapai prestasi tsb namun di raport SD sampai SMA nya angka matematika nya selalu merah apakah madam akan tetap bangga dengan prestasi Grace..?  Seperti disambar geledek Mrs.Chen mendapat pertanyaan ini dan dengan cepat ia balik bertanya kepada Mey:”Kenapa, kenapa Mey bertanya seperti ini....?”
Mey sudah menduga pertanyaan ini sehingga dengan percaya diri ia menjelaskan:”Grace menghabiskan begitu banyak waktu untuk belajar matematika sehingga keberbakatan Grace yang asli tidak mendapat kesempatan untuk ditumbuhkan. Seandainya madam mengijinkan dia untuk belajar lebih banyak untuk menyanyi dan menari serta merelakan angka matematikanya tidak sehebat George maka Grace dapat menjadi dirinya sendiri. Ia dapat juga berprestasi dan tentunya berbeda dengan prestasi George. Madam anda punya 2 anak hebat namun berbeda satu sama lain kehebatannya...” Mrs.Chen sebagai seorang eksekutif perusahaan penerbangan tentu memiliki otak yang cemerlang sehingga dengan kritis ia mengajukan pertanyaan berikut:
“Bagaimana kamu sendiri tahu bahwa Grace memiliki keberkatan dalam bidang seni suara dan tari..?”
“Madam saya memiliki 3 alasan...” Mey menjawab dengan tetap tenang.
“Pertama setiap kali Grace mendengar lagu apakah itu dari TV, radio atau dari HP ia selalu mengerak-gerakkan tubuhnya mengikuti irama musik. Kalau musik yang terdengar yang menjadi kesukaannya maka  ia akan menari dengan cara dia sendiri. Ia menciptakan tariannya sendiri. Ketika Grace gembira ia suka menyanyikan lagu karangan dia sendiri. Kedua kalau saya mengantar Grace dan melewati pertokoan paling suka ia mampir di toko musik. Ketiga kalau madam perhatikan maka Grace selalu terlibat dalam kegiatan sekolah yang berhubungan dengan seni tari dan seni suara......”
“Ya ampun kenapa ini semua luput dari mataku ya Mey..” Sekarang Mrs.Chen makin terheran-heran, ia menggosok-gosok matanya seakan ada selaput di matanya.
“Ya habis madam selalu melihat prestasi anak hanya dari matematika seperti George ya pantas dong keberbakatan Grace tidak pernah terlihat......” Mey terus menjelaskan dan Mrs.Chen masih tampak terpana. Kemudian Mey mengajak Mrs.Chen untuk melakukan pengamatan langsung kepada Grace.
“Sekarang Grace sedang di kamar, nanti aku akan pura-pura masuk dan kemudian akan menyalakan musik kesukaannya, setelah itu aku akan keluar dan mari kita bersama mengintip dari celah pintu apa yang Grace akan lakukan...” Mey mengajukan usul yang dengan segera disetujui Mrs.Chen. 
Ketika musik kesukaannya melantun lembut dan merdu dan tidak ada seorangpun di dalam kamar maka Grace seakan menemukan dirinya sendiri. Tiba-tiba ia beranjak mengerakkan tubuhnya, meliuk ke kanan dan ke kiri, membongkok dan juga melompat, tangan dan kaki bergerak seakan sebuah harmoni. Ia sedang mengekspresikan diri melalui gerak tari ciptaan sendiri. Mrs.Chen semakin terbuka matanya dan dengan menutup mulut ia hanya berdesah:”Kenapa..., kenapa hal seperti ini tidak pernah dilakukan Grace di depan kami orang tuanya....? Mey kembali menjelaskan sebisanya:”Madam seluruh keluarga ini adalah keluarga matematika, baik Mr.Chen, George dan madam sendiri kalian semua adalah orang-orang angka, itulah yang kalian perbincangkan setiap saat dan Grace berbeda dengan kalian, ia merasa jadi anak bodoh karena tidak pandai matematika. Ia merasa keberbakatan yang ia miliki bukan sebuah kebanggan untuk kalian oleh karena itu ia tidak pernah berani untuk menampilkannya...?”
Sekarang mata Mrs.Chen mulai basah ia menyesali apa yang telah ia lakukan kepada Grace dan ia sangat berterima kasih kepada Mey.
“Mey kamu berbeda sekali dibandingkan dengan nanny yang lain, apa yang terjadi denganmu Mey...” Sekarang Mrs.Chen memegang bahu Mey dan bertanya. Mey menatap lembut Mrs.Chen dan menjawab:”Terima kasih madam sudah mengijinkan aku belajar di pelatihan Entrepreneurship Mandiri Sahabatku, pelatihan itu mengubah pola pikirku, pertama aku belajar mendengar, menghargai dan memberikan yang terbaik untuk pelanggan dan kalianlah keluarga Chen pelanggan utamaku. Sejak pelatihan itu aku memutuskan untuk  membaca lebih banyak tentang pendidikan anak dari koran, majalah maupun internet.  Kedua kami diajar untuk berinovasi untuk pelanggan, untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan beda yang berguna untuk pelanggan kami. Ketiga kami juga diberikan motivasi untuk berani bekerja keras melampui batas-batas apa yang diwajibkan sebab kami percaya setiap langkah-langkah yang menembus batas akan lebih memperkaya hidup kami sendiri...”
“Mey, kamu baik sekali, keluarga Chen beruntung memiliki engkau di tengah kami...” Demikian ucapan Mrs.Chen sambil memeluk erat Mey dan tetes-tetes air mata bahagia mengalir lembut di pipi Mrs.Chen dan juga di hati Mey.
“Namun bagaimana ya aku bisa mengembangkan keberbakatan Grace berikutnya...” Sekarang Mrs.Chen mulai berpikir lagi syukurlah Mey sangat mendalami pekerjaannya sehingga kembali terlihat wawasannya sangat luas berbeda dengan nanny yang biasa. Ia berkata:
“Aku sih pernah bertanya ke Pak Antonius Tanan mentor kami di pelatihan Mandiri Sahabatku, dia kan punya S2 dalam bidang Gifted/Talented Education atau Pendidikan untuk Anak-Anak Berbakat. Ia pernah berkata bahwa masa Taman Kanak biarlah menjadi masa eksplorasi anak terhadap ragam keberbakatan. Pada masa SD bawa anak-anak mengalami dan mencoba sendiri ragam aktivitas, apakah itu yang berkaitan dengan seni, olah raga, bisnis, wisata alam, kegiatan sosial, apa saja yang bisa jadi inspirasi dalam kehidupan pokoknya hidup anak jangan hanya yang akademik-akademik saja madam, harapannya selama masa SD anak-anak sudah tahu apa yang jadi keberbakatannya. Jadi madam harus bersyukur baik George dan Grace di usia dini mereka sudah terlihat jelas keberbakatannya...”
“Oh begitu ya, ayo teruskan lagi Mey, sekarang aku yang sedang belajar dari engkau..” Mrs.Chen tampak bersemangat mendengarkan Mey.
“Seandainya sudah ditemukan keberbakatannya maka pada masa SMP dapat menjadi masa untuk menumbuhkan secara khusus. Bukan berarti tidak bisa lebih awal dari jenjang SMP. Lebih dini tentu lebih baik. Nah kalau sudah SMA paling tidak sudah belajar bagaimana mengentrepreneurkan keberbakatannya sehingga anak-anak kita lebih siap di masa depan. ......”
“Oh jadi entrepreneurship harus diajarkan di sekolah dan dalam keluarga sejak dini, begitu ya Mey..? Mrs.Chen ingin tahu lebih banyak dan Mey menjawab dengan mantap:
“Betul, waktu di pertemuan terakhir Mandiri Sahabatku pak Antonius membawa serta anak perempuannya yang baru berumur 12 tahun namanya Iona. Selama pelatihan Kelas Dasar Iona ikut maju ke depan kelas dan melakukan public speaking, bercerita di depan kami. Ia menceritakan bahwa sejak kelas 3 SD sudah belajar berjualan di sekolah dan sejak kelas 3 SD juga ia sudah berlatih membantu teman-temannya yang kesulitan belajar matematika. Iona memiliki bakat matematika dan dilatih bagaimana mengentepreneurkan keberbakatannya. Ia bisa berbicara di depan umum tanpa canggung dan ia juga sudah bisa menjadi “asisten cilik guru” mengajar murid lain topik matematikan walau umurnya baru 12 tahun...” Demikian Mey menjelaskan
“Wah kalau begitu kami juga harus belajar lebih banyak dan jika perlu bertemu seorang ahli pendidikan anak-anak berbakat di Hong Kong..? Mrs.Chen sekarang merasakan kebutuhan yang baru. Rupanya Mey juga sudah siap dengan pernyataan ini dan ia berkata: “Silahkan madam menghubungi The Hong Kong Academy for Gifted Education, ini adalah organisasi yang menangani pendidikan anak-anak berbakat di Hong Kong.”
“Koq kamu tahu banyak sekali ya Mey...?” Mrs.Chen bertanya.
 “Kan sudah aku beri tahu bahwa keluarga Chen adalah pelanggan utamaku dan adalah tugasku untuk tahu banyak tentang kebutuhan para pelanggan ku dan berinovasi menciptakan produk layanan yang membuat pelanggan kami merasa sangat puas. Aku ingin api entrepreneurship terus menyala di dalam hati dan jiwaku dan mempengaruhi apapun yang aku kerjakan.....setiap hari”
(Bersambung)
Pertanyaan Refleksi: Bagaimana caranya menumbuhkan keberbakatan kita atau anak-anak kita...?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar