Sekolah Kehidupan
Mey yang sudah paham dan berwawasan luas tentang
Kecerdasan Jamak mempraktekkan pengetahuan barunya kepada Grace. Ia
melakukan pengamatan yang mendalam dan mencatat hal-hal yang penting
tentang perilaku Grace. Ia ingin dapat mengetahui dengan tepat apa
keberbakatan Grace dan apa cara terbaik mengembangkannya. Suatu sore
Mrs.Chen sangat gundah karena hasil ulangan Matematika dari Grace
kembali tidak memuaskan. Ia melepaskan kejengkelannya dengan duduk
menyendiri sambil menghela nafas dengan berat pada saat itulah Mey
datang mendekat dan memberikan sebuah pertanyaan yang sangat
mengejutkan:
“Mrs.Chen seandainya Grace kelak menjadi bintang
panggung seperti Teresa Teng atau the Twins yang patungnya ada di Museum
Madame Tussaud apakah sebagai seorang ibu akan merasa bangga...?
“Ya, tentu pasti, ibu mana yang tak bangga melihat
prestasi anaknya yang kemudian dianggap pantas berada di Museum Madame
Tussaud..” Mrs.Grace menjawab dengan segera namun kemudian Mey
melanjutkan.
“Maaf madam ini pertanyaan yang kedua, seandainya Grace
mencapai prestasi tsb namun di raport SD sampai SMA nya angka matematika
nya selalu merah apakah madam akan tetap bangga dengan prestasi
Grace..? Seperti disambar geledek Mrs.Chen mendapat pertanyaan ini dan
dengan cepat ia balik bertanya kepada Mey:”Kenapa, kenapa Mey bertanya
seperti ini....?”
Mey sudah menduga pertanyaan ini sehingga dengan percaya
diri ia menjelaskan:”Grace menghabiskan begitu banyak waktu untuk
belajar matematika sehingga keberbakatan Grace yang asli tidak mendapat
kesempatan untuk ditumbuhkan. Seandainya madam mengijinkan dia untuk
belajar lebih banyak untuk menyanyi dan menari serta merelakan angka
matematikanya tidak sehebat George maka Grace dapat menjadi dirinya
sendiri. Ia dapat juga berprestasi dan tentunya berbeda dengan prestasi
George. Madam anda punya 2 anak hebat namun berbeda satu sama lain
kehebatannya...” Mrs.Chen sebagai seorang eksekutif perusahaan
penerbangan tentu memiliki otak yang cemerlang sehingga dengan kritis ia
mengajukan pertanyaan berikut:
“Bagaimana kamu sendiri tahu bahwa Grace memiliki keberkatan dalam bidang seni suara dan tari..?”
“Madam saya memiliki 3 alasan...” Mey menjawab dengan tetap tenang.
“Pertama setiap kali Grace mendengar lagu apakah itu
dari TV, radio atau dari HP ia selalu mengerak-gerakkan tubuhnya
mengikuti irama musik. Kalau musik yang terdengar yang menjadi
kesukaannya maka ia akan menari dengan cara dia sendiri. Ia menciptakan
tariannya sendiri. Ketika Grace gembira ia suka menyanyikan lagu
karangan dia sendiri. Kedua kalau saya mengantar Grace dan melewati
pertokoan paling suka ia mampir di toko musik. Ketiga kalau madam
perhatikan maka Grace selalu terlibat dalam kegiatan sekolah yang
berhubungan dengan seni tari dan seni suara......”
“Ya ampun kenapa ini semua luput dari mataku ya Mey..”
Sekarang Mrs.Chen makin terheran-heran, ia menggosok-gosok matanya
seakan ada selaput di matanya.
“Ya habis madam selalu melihat prestasi anak hanya dari
matematika seperti George ya pantas dong keberbakatan Grace tidak pernah
terlihat......” Mey terus menjelaskan dan Mrs.Chen masih tampak
terpana. Kemudian Mey mengajak Mrs.Chen untuk melakukan pengamatan
langsung kepada Grace.
“Sekarang Grace sedang di kamar, nanti aku akan
pura-pura masuk dan kemudian akan menyalakan musik kesukaannya, setelah
itu aku akan keluar dan mari kita bersama mengintip dari celah pintu apa
yang Grace akan lakukan...” Mey mengajukan usul yang dengan segera
disetujui Mrs.Chen.
Ketika musik kesukaannya melantun lembut dan merdu dan
tidak ada seorangpun di dalam kamar maka Grace seakan menemukan dirinya
sendiri. Tiba-tiba ia beranjak mengerakkan tubuhnya, meliuk ke kanan dan
ke kiri, membongkok dan juga melompat, tangan dan kaki bergerak seakan
sebuah harmoni. Ia sedang mengekspresikan diri melalui gerak tari
ciptaan sendiri. Mrs.Chen semakin terbuka matanya dan dengan menutup
mulut ia hanya berdesah:”Kenapa..., kenapa hal seperti ini tidak pernah
dilakukan Grace di depan kami orang tuanya....? Mey kembali menjelaskan
sebisanya:”Madam seluruh keluarga ini adalah keluarga matematika, baik
Mr.Chen, George dan madam sendiri kalian semua adalah orang-orang angka,
itulah yang kalian perbincangkan setiap saat dan Grace berbeda dengan
kalian, ia merasa jadi anak bodoh karena tidak pandai matematika. Ia
merasa keberbakatan yang ia miliki bukan sebuah kebanggan untuk kalian
oleh karena itu ia tidak pernah berani untuk menampilkannya...?”
Sekarang mata Mrs.Chen mulai basah ia menyesali apa yang telah ia lakukan kepada Grace dan ia sangat berterima kasih kepada Mey.
“Mey kamu berbeda sekali dibandingkan dengan nanny yang
lain, apa yang terjadi denganmu Mey...” Sekarang Mrs.Chen memegang bahu
Mey dan bertanya. Mey menatap lembut Mrs.Chen dan menjawab:”Terima kasih
madam sudah mengijinkan aku belajar di pelatihan Entrepreneurship
Mandiri Sahabatku, pelatihan itu mengubah pola pikirku, pertama aku
belajar mendengar, menghargai dan memberikan yang terbaik untuk
pelanggan dan kalianlah keluarga Chen pelanggan utamaku. Sejak pelatihan
itu aku memutuskan untuk membaca lebih banyak tentang pendidikan anak
dari koran, majalah maupun internet. Kedua kami diajar untuk berinovasi
untuk pelanggan, untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan beda yang
berguna untuk pelanggan kami. Ketiga kami juga diberikan motivasi untuk
berani bekerja keras melampui batas-batas apa yang diwajibkan sebab kami
percaya setiap langkah-langkah yang menembus batas akan lebih
memperkaya hidup kami sendiri...”
“Mey, kamu baik sekali, keluarga Chen beruntung memiliki
engkau di tengah kami...” Demikian ucapan Mrs.Chen sambil memeluk erat
Mey dan tetes-tetes air mata bahagia mengalir lembut di pipi Mrs.Chen
dan juga di hati Mey.
“Namun bagaimana ya aku bisa mengembangkan keberbakatan
Grace berikutnya...” Sekarang Mrs.Chen mulai berpikir lagi syukurlah Mey
sangat mendalami pekerjaannya sehingga kembali terlihat wawasannya
sangat luas berbeda dengan nanny yang biasa. Ia berkata:
“Aku sih pernah bertanya ke Pak Antonius Tanan mentor
kami di pelatihan Mandiri Sahabatku, dia kan punya S2 dalam bidang
Gifted/Talented Education atau Pendidikan untuk Anak-Anak Berbakat. Ia
pernah berkata bahwa masa Taman Kanak biarlah menjadi masa eksplorasi
anak terhadap ragam keberbakatan. Pada masa SD bawa anak-anak mengalami
dan mencoba sendiri ragam aktivitas, apakah itu yang berkaitan dengan
seni, olah raga, bisnis, wisata alam, kegiatan sosial, apa saja yang
bisa jadi inspirasi dalam kehidupan pokoknya hidup anak jangan hanya
yang akademik-akademik saja madam, harapannya selama masa SD anak-anak
sudah tahu apa yang jadi keberbakatannya. Jadi madam harus bersyukur
baik George dan Grace di usia dini mereka sudah terlihat jelas
keberbakatannya...”
“Oh begitu ya, ayo teruskan lagi Mey, sekarang aku yang
sedang belajar dari engkau..” Mrs.Chen tampak bersemangat mendengarkan
Mey.
“Seandainya sudah ditemukan keberbakatannya maka pada
masa SMP dapat menjadi masa untuk menumbuhkan secara khusus. Bukan
berarti tidak bisa lebih awal dari jenjang SMP. Lebih dini tentu lebih
baik. Nah kalau sudah SMA paling tidak sudah belajar bagaimana
mengentrepreneurkan keberbakatannya sehingga anak-anak kita lebih siap
di masa depan. ......”
“Oh jadi entrepreneurship harus diajarkan di sekolah dan
dalam keluarga sejak dini, begitu ya Mey..? Mrs.Chen ingin tahu lebih
banyak dan Mey menjawab dengan mantap:
“Betul, waktu di pertemuan terakhir Mandiri Sahabatku
pak Antonius membawa serta anak perempuannya yang baru berumur 12 tahun
namanya Iona. Selama pelatihan Kelas Dasar Iona ikut maju ke depan kelas
dan melakukan public speaking, bercerita di depan kami. Ia menceritakan
bahwa sejak kelas 3 SD sudah belajar berjualan di sekolah dan sejak
kelas 3 SD juga ia sudah berlatih membantu teman-temannya yang kesulitan
belajar matematika. Iona memiliki bakat matematika dan dilatih
bagaimana mengentepreneurkan keberbakatannya. Ia bisa berbicara di depan
umum tanpa canggung dan ia juga sudah bisa menjadi “asisten cilik guru”
mengajar murid lain topik matematikan walau umurnya baru 12 tahun...”
Demikian Mey menjelaskan
“Wah kalau
begitu kami juga harus belajar lebih banyak dan jika perlu bertemu
seorang ahli pendidikan anak-anak berbakat di Hong Kong..? Mrs.Chen
sekarang merasakan kebutuhan yang baru. Rupanya Mey juga sudah siap
dengan pernyataan ini dan ia berkata: “Silahkan madam menghubungi The Hong Kong Academy for Gifted Education, ini adalah organisasi yang menangani pendidikan anak-anak berbakat di Hong Kong.”
“Koq kamu tahu banyak sekali ya Mey...?” Mrs.Chen bertanya.
“Kan sudah aku beri tahu bahwa keluarga Chen adalah
pelanggan utamaku dan adalah tugasku untuk tahu banyak tentang kebutuhan
para pelanggan ku dan berinovasi menciptakan produk layanan yang
membuat pelanggan kami merasa sangat puas. Aku ingin api
entrepreneurship terus menyala di dalam hati dan jiwaku dan mempengaruhi
apapun yang aku kerjakan.....setiap hari”
(Bersambung)
Pertanyaan Refleksi: Bagaimana caranya menumbuhkan keberbakatan kita atau anak-anak kita...?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar