Jumat, 26 Oktober 2012

SEKOLAH KEHIDUPAN Bagian 11

Sekolah Kehidupan
Bab 11: Mei menangani Anak Majikan



Sekarang giliran Mei untuk bercerita tentang apa yang dilakukannya di rumah majikan. Ia menceritakan bahwa majikannya orang Singapura yaitu Mr & Mrs Chen. Kedua pasang suami istri ini sangat sibuk membangun karir. Mr Chen bekerja di sebuah bank internasional dan Mrs Chen menjadi sekretaris eksekutif sebuah  perusahaan penerbangan. Mereka memiliki 2 anak yang pertama seorang anak laki-laki berusia 9 tahun yang bernama George, seorang pengasuh dari Filipina menangani anak ini. Yang kedua adalah perempuan berusia 7 tahun, Mey bertugas merawat anak ini yang bernama Grace. Seperti kebanyakan orang tua Singapura mereka sangat peduli terhadap pendidikan. Setiap anak mereka selain sekolah banyak sekali mengikuti berbagai les dan kursus.  George sangat pandai matematika dan berkali-kali ikut kompetisi dan meraih medali sebaliknya Grace sangat lemah dalam matematika sehingga pasangan Mr&Mrs.Chen ini pontang panting mencarikan berbagai les matematika untuk Grace. “Malu kalau sampai terlalu jauh berbeda dengan George...” Demikian pendapat Mrs.Chen.
Mey melanjutkan ceritanya: “Setelah mengikuti pembelajaran entrepreneurship Mandiri Sahabatku aku memutuskan untuk tidak jadi nanny biasa-biasa saja. Aku ingin jadi nanny yang bisa berinovasi. Aku sekarang tidak melihat tugasku sekedar merawat dan melindungi Grace namun aku juga berpikir apa yang harus aku lakukan agar Grace bisa mencapai yang terbaik dalam hidupnya..., aku ingin bekerja dengan hands, head dan heart”
“Apa tuh maksudnya, koq keren sekali Mey...”Eti langsung bertanya
“Gampangnya kerja pakai hands itu kerja otot sedangkan kerja pakai head itu kerja otak dan kerja pakai heart itu kerja dengan hati gitu lho,...” Demikian Mey mencoba menjelaskan
“Ayo cerita nya bagaimana Mey, kayaknya sekarang baru intro, ayo Mey teruskan, ngga sabar nih..” Demikian Eti memberikan semangat.
“Nah langkahku yang pertama adalah membuka wawasan diri, aku mencari tahu dan mempelajari pendidikan anak usia dini...” Mey memulai lagi ceritanya.
“Bagaimana caranya..., apa ikut pendidikan jarak jauh atau kursus Mey.?” Teki langsung mencari tahu.
Mey menjawab dengan tenang:”Tidak Teki, tidak, aku memanfaatkan informasi yang ada di rumah Mr & Mrs.Chen, karena mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris aku bisa ikut membaca koran dan majalah yang mereka beli. Tentunya setelah mereka membaca. Kalau ada artikel tentang dunia pendidikan anak aku sengaja membaca perlahan-lahan walau bahasa Inggrisku masih belepotan... dan aku juga mencoba browsing di internet tentang pendidikan usia dini.....dan suatu hari aku menemukan sebuah artikel yang sungguh-sungguh mencerahkan yaitu tentang KECERDASAN JAMAK atau MULTIPLE INTELLIGENCE..”
“Wah apa itu, aku jadi ingin tahu..”Eti langsung berkomentar.
“Jelaskan, jelaskan  .... Mey.”Teki juga mengungkapkan rasa ingin tahunya.
“Baik, baik mendingan kita baca sama-sama artikelnya ya teman-teman.” Mey mengajak 2 temannya untuk melihat file di dalam HP nya.
--------------------------------------------------------------------------------------------
KECERDASAN JAMAK
Di lingkungan kita sudah lazim dikenal bahwa anak yang pintar adalah anak yang nilai raport atau ulangan yang bagus atau hal-hal yang ukurannya sifatnya masih belum menjadi representasi menyeluruh dari kecerdasan anak. Seorang anak bisa jadi unggul di bidang tertentu dan lemah di bidang lain. Dengan kata lain, anak memiliki tipe kecerdasan yang berbeda-beda. Teori yang dikembangkan oleh Howard Gardner, dari Harvard University, menyebutkan bahwa kecerdasan dapat dilihat dari 9 macam. Seringkali kita hanya menilai kecerdasan dari satu macam saja.
9 kecerdasan menurut Gardner adalah:
   1. Kecerdasan Logika Bahasa (Logical-linguistic), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan kata dan bahasa (orator, penulis, penyiar, dll).
   2. Kecerdasan Logika Matematika  (Logical-mathematical) adalah  kecerdasan yang berkaitan dengan angka dan pemecahan masalah (ahli matematika, bankir, dll).
   3. Kecerdasan Spasial  (Spatial), yaitu  kecerdasan yang berkaitan dengan gambar  dan citra visual (sutradara, desainer, seniman, dsb).
   4. Kecerdasan Musik (Musical), yaitu  kecerdasan yang berkaitan dengan kepekaan terhadap tinggi rendah nada dan suara (penyanyi, komposer, dll).
   5. Kecerdasan Kinestetik (Bodily-Kinesthetic), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan gerak tubuh (atlet, penari, dsb).
   6. Kecerdasan   Interpersonal   (Interpersonal), yaitu  kecerdasan   yang   berkaitan   dengan interaksi sosial (politisi, psikolog, pekerja sosial, dsb).
   7. Kecerdasan  Intrapersonal  (Interapersonal), yaitu kecerdasan yang berkaitan pemahaman diri (psikolog, spiritualis, penulis, dll).
   8. Kecerdasan   Naturalistik   (Naturalistic), yaitu kecerdasan   yang   berkaitan   dengan perhatian/kepekaan terhadap alam dan lingkungan (ahli biologi, pecinta alam, aktivis lingkungan, pendaki gunung, dll).
   9. Kecerdasan   Eksistensial   (Existensial), yaitu kecerdasan   yang   berkaitan   kepekaan menghubungkan antara keberadaan diri (eksistensi diri) dengan alam semesta (filosof, spiritualis, ilmuwan, seniman, dsb).
Lebih lanjut dinyatakan bahwa 9   kecerdasan   tersebut   ada  pada  diri   setiap  orang   tetapi  dengan tingkat yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki cara unik untuk menyerap dan mengaktualisasikan informasi dan pengetahuan.
Guru, pendidik dan orang tua seharusnya mampu mengenali kecerdasan anak sesuai tipe-nya sehingga dapat memberikan motivasi dan arahan yang tepat agar anak dapat mengembangkan diri sesuai kecerdasan yang dimilikinya.
Sumber: Wikipedia
--------------------------------------------------------------------------------------------------
“Hmmm, menarik juga, kalau aku kata orang ahlinya di kuliner..., itu cerdas apa Mey?” Eti bertanya dengan serius.
“Ha...ha.. ha, itu sih lapar atau rakus kali..”Teki menyambut dengan bercanda.
“Hus...hus..aku serius nih” Eti membantah
“Baik.. baik nanti aku terangkan lagi..”Mey dengan tetap semangat siap memberikan penjelasan tambahan.
(Bersambung)
Para sahabat mari berefleksi kecerdasan apa saja yang anda sudah miliki..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar