Sekolah Kehidupan
Sekarang giliran Mei untuk
bercerita tentang apa yang dilakukannya di rumah majikan. Ia
menceritakan bahwa majikannya orang Singapura yaitu Mr & Mrs Chen.
Kedua pasang suami istri ini sangat sibuk membangun karir. Mr Chen
bekerja di sebuah bank internasional dan Mrs Chen menjadi sekretaris
eksekutif sebuah perusahaan penerbangan. Mereka memiliki 2 anak yang
pertama seorang anak laki-laki berusia 9 tahun yang bernama George,
seorang pengasuh dari Filipina menangani anak ini. Yang kedua adalah
perempuan berusia 7 tahun, Mey bertugas merawat anak ini yang bernama
Grace. Seperti kebanyakan orang tua Singapura mereka sangat peduli
terhadap pendidikan. Setiap anak mereka selain sekolah banyak sekali
mengikuti berbagai les dan kursus. George sangat pandai matematika dan
berkali-kali ikut kompetisi dan meraih medali sebaliknya Grace sangat
lemah dalam matematika sehingga pasangan Mr&Mrs.Chen ini pontang
panting mencarikan berbagai les matematika untuk Grace. “Malu kalau
sampai terlalu jauh berbeda dengan George...” Demikian pendapat
Mrs.Chen.
Mey melanjutkan ceritanya:
“Setelah mengikuti pembelajaran entrepreneurship Mandiri Sahabatku aku
memutuskan untuk tidak jadi nanny biasa-biasa saja. Aku ingin jadi nanny
yang bisa berinovasi. Aku sekarang tidak melihat tugasku sekedar
merawat dan melindungi Grace namun aku juga berpikir apa yang harus aku
lakukan agar Grace bisa mencapai yang terbaik dalam hidupnya..., aku
ingin bekerja dengan hands, head dan heart”
“Apa tuh maksudnya, koq keren sekali Mey...”Eti langsung bertanya
“Gampangnya kerja pakai
hands itu kerja otot sedangkan kerja pakai head itu kerja otak dan kerja
pakai heart itu kerja dengan hati gitu lho,...” Demikian Mey mencoba
menjelaskan
“Ayo cerita nya bagaimana
Mey, kayaknya sekarang baru intro, ayo Mey teruskan, ngga sabar nih..”
Demikian Eti memberikan semangat.
“Nah langkahku yang
pertama adalah membuka wawasan diri, aku mencari tahu dan mempelajari
pendidikan anak usia dini...” Mey memulai lagi ceritanya.
“Bagaimana caranya..., apa ikut pendidikan jarak jauh atau kursus Mey.?” Teki langsung mencari tahu.
Mey menjawab dengan
tenang:”Tidak Teki, tidak, aku memanfaatkan informasi yang ada di rumah
Mr & Mrs.Chen, karena mereka berkomunikasi menggunakan bahasa
Inggris aku bisa ikut membaca koran dan majalah yang mereka beli.
Tentunya setelah mereka membaca. Kalau ada artikel tentang dunia
pendidikan anak aku sengaja membaca perlahan-lahan walau bahasa
Inggrisku masih belepotan... dan aku juga mencoba browsing di internet
tentang pendidikan usia dini.....dan suatu hari aku menemukan sebuah
artikel yang sungguh-sungguh mencerahkan yaitu tentang KECERDASAN JAMAK
atau MULTIPLE INTELLIGENCE..”
“Wah apa itu, aku jadi ingin tahu..”Eti langsung berkomentar.
“Jelaskan, jelaskan .... Mey.”Teki juga mengungkapkan rasa ingin tahunya.
“Baik, baik mendingan kita
baca sama-sama artikelnya ya teman-teman.” Mey mengajak 2 temannya
untuk melihat file di dalam HP nya.
--------------------------------------------------------------------------------------------
KECERDASAN JAMAK
Di lingkungan kita sudah lazim dikenal bahwa anak yang pintar adalah anak yang nilai raport atau ulangan yang bagus atau hal-hal yang ukurannya sifatnya masih belum menjadi representasi menyeluruh dari kecerdasan anak. Seorang anak bisa jadi unggul di bidang tertentu dan lemah di bidang lain. Dengan kata lain, anak memiliki tipe kecerdasan yang berbeda-beda. Teori yang dikembangkan oleh Howard Gardner, dari Harvard University, menyebutkan bahwa kecerdasan dapat dilihat dari 9 macam. Seringkali kita hanya menilai kecerdasan dari satu macam saja. 9 kecerdasan menurut Gardner adalah:
Di lingkungan kita sudah lazim dikenal bahwa anak yang pintar adalah anak yang nilai raport atau ulangan yang bagus atau hal-hal yang ukurannya sifatnya masih belum menjadi representasi menyeluruh dari kecerdasan anak. Seorang anak bisa jadi unggul di bidang tertentu dan lemah di bidang lain. Dengan kata lain, anak memiliki tipe kecerdasan yang berbeda-beda. Teori yang dikembangkan oleh Howard Gardner, dari Harvard University, menyebutkan bahwa kecerdasan dapat dilihat dari 9 macam. Seringkali kita hanya menilai kecerdasan dari satu macam saja. 9 kecerdasan menurut Gardner adalah:
• 1.
Kecerdasan Logika Bahasa (Logical-linguistic), yaitu kecerdasan yang
berkaitan dengan kata dan bahasa (orator, penulis, penyiar, dll).
• 2.
Kecerdasan Logika Matematika (Logical-mathematical) adalah kecerdasan
yang berkaitan dengan angka dan pemecahan masalah (ahli matematika,
bankir, dll).
• 3.
Kecerdasan Spasial (Spatial), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan
gambar dan citra visual (sutradara, desainer, seniman, dsb).
• 4.
Kecerdasan Musik (Musical), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan
kepekaan terhadap tinggi rendah nada dan suara (penyanyi, komposer,
dll).
• 5. Kecerdasan Kinestetik (Bodily-Kinesthetic), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan gerak tubuh (atlet, penari, dsb).
• 6.
Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal), yaitu kecerdasan
yang berkaitan dengan interaksi sosial (politisi, psikolog, pekerja
sosial, dsb).
• 7.
Kecerdasan Intrapersonal (Interapersonal), yaitu kecerdasan yang
berkaitan pemahaman diri (psikolog, spiritualis, penulis, dll).
• 8.
Kecerdasan Naturalistik (Naturalistic), yaitu kecerdasan yang
berkaitan dengan perhatian/kepekaan terhadap alam dan lingkungan (ahli
biologi, pecinta alam, aktivis lingkungan, pendaki gunung, dll).
• 9.
Kecerdasan Eksistensial (Existensial), yaitu kecerdasan yang
berkaitan kepekaan menghubungkan antara keberadaan diri (eksistensi
diri) dengan alam semesta (filosof, spiritualis, ilmuwan, seniman, dsb).
Lebih lanjut dinyatakan
bahwa 9 kecerdasan tersebut ada pada diri setiap orang
tetapi dengan tingkat yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa
setiap individu memiliki cara unik untuk menyerap dan mengaktualisasikan
informasi dan pengetahuan.
Guru, pendidik dan orang tua seharusnya
mampu mengenali kecerdasan anak sesuai tipe-nya sehingga dapat
memberikan motivasi dan arahan yang tepat agar anak dapat mengembangkan
diri sesuai kecerdasan yang dimilikinya.
Sumber: Wikipedia
Read more: http://www.untukku.com/artikel-untukku/mengenal-9-tipe-kecerdasan-jamak-untukku.html#ixzz1wFUPysgm
--------------------------------------------------------------------------------------------------
“Hmmm, menarik juga, kalau aku kata orang ahlinya di kuliner..., itu cerdas apa Mey?” Eti bertanya dengan serius.
“Ha...ha.. ha, itu sih lapar atau rakus kali..”Teki menyambut dengan bercanda.
“Hus...hus..aku serius nih” Eti membantah
“Baik.. baik nanti aku terangkan lagi..”Mey dengan tetap semangat siap memberikan penjelasan tambahan.
(Bersambung)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar