Jumat, 26 Oktober 2012

SEKOLAH KEHIDUPAN Bagian 15

Sekolah Kehidupan
Bagian 15: Intrapreneur Sejati (Seseorang dengan jiwa entrepreneur tapi bekerja kepada orang lain)

Teki, Mey dan Eti mendiskusikan sebuah artikel Langkah Perempuan di 3 Jaman yang pernah muncul di majalah Gatra. Kini kembali mereka membicarakan tindakan-tindakan inovatif yang mereka lakukan di rumah majikan. Cerita Mey ternyata menginspirasi kedua sahabatnya.
“Wah seru sekali ceritamu Mey......” Teki memberikan komentar setealh mendengar cerita bagaimana Mey menemukan keberbakatan Grace dan menyampaikan kepada ibunya Mrs.Chen. Tindakan Mey merupakan sebuah ekspresi semangat dan jiwa entrepreneur yang berkobar di dalam hati Mey.
“Mey apakah kamu diberi uang sebagai hadiah Mey dari Mrs.Chen...?” Eti bertanya kepada Mey karena ia sendiri mendapat bonus 500 HKD dari Mr.Lee.
“Atau mendapat dompet mahal seperti yang aku dapat dari popo Wong..?” Teki juga bertanya.
Mey hanya menggelengkan kepala:”Tidak ada hadiah seperti itu...”
“Payah juga boss mu itu Mey, betul kan Eti..?” Demikian Teki berpendapat.
“Pelit banget sih........boss mu” Eti juga ikut mengeluh
“Mey kasih dia sinyal dong, pasang muka cemberut berhari-hari, usulanmu kepada Mrs.Chen kan penting sekali dan sangat berharga untuk keluarga mereka, masa tidak ada tanda terima kasihnya...” Teki sekarang mulai memanas.
“Iya Mey, kalau terjadi padaku maka aku akan kapok perhatikan mereka..”Eti juga ikut makin panas.
Mey masih menggeleng kepala dan dengan tetap terseyum ia berkata:
“Ingat aku pernah katakan bahwa aku ingin bekerja dengan hands, head dan heart atau dengan otot, otak dan hati. Otakku barangkali berpikir untuk menuntut balas jasa dari Mrs.Chen tapi suara hatiku tidak begitu. ...”
“Koq gitu Mey, lalu apa...?Teki sekarang bertanya.
Mey masih dengan tenang dan teduh memberikan jawaban.
“Aku bekerja untuk mendapatkan uang ya itu pasti sama seperti yang lain namun hatiku mengatakan aku ingin mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari sekedar uang itu. Aku ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman yang bernilai setiap hari dan pengalaman yang bernilai hanya aku dapatkan bila aku bekerja dengan sebaik mungkin sambil melakukan inovasi. Selain itu hatiku juga mengatakan bahwa dengan bekerja kita dapat melayani sesama, kerja adalah juga kesempatan berbuat baik kepada sesama. Aku bahagia koq dapat memberikan sesuatu yang bernilai untuk masa depan Grace...”
“Tidak merasa rugi ya Mey....?” Eti sekarang bertanya menguji ketulusan Mey.
“Tidak, tidak aku tidak merasa rugi, bahkan aku merasa rugi kalau hanya gara-gara tidak mendapat hadiah aku pasang tampang murung berhari-hari. Jam dan hari yang aku lalui dengan hati yang murung tidak memberikan keuntungan apa-apa kepadaku. Ya kalau majikan menangkap sinyal itu, kalau mereka tidak menyadari juga bagaiamana? Apa aku harus pasang muka bete setiap hari sampai akhir kontrak....? Jelas aku yang akan dirugikan karena tidak bisa menikmati hari-hari kerja dan tidak bisa berkreasi karena hati selalu galau. Waktu yang hilang tak pernah kembali...” Mey menjelaskan dengan penuh kedewasaan.
“Aku harus belajar dari kebaikan hatimu Mey, kamu tulus dan baik hati, hati mu pasti indah Mey...”Sekarang Teki berkomentar dengan kagum.
“Berbahagialah pria yang menjadi kekasihmu Mey...” Eti juga ikut kagum.
“Eh Mey memangnya kamu sudah ada kekasih...?”Teki sekarang bertanya.
“Itu dulu, .....sekarang tidak lagi...”Mey menjawab sambil terseyum.
“Memangnya kenapa, broken heart nih ye...” Teki menggoda
“Ya begitulah, jauh di mata jauh di hati, tetapi aku tetap bahagia koq......” Mey berkata dengan tetap terseyum dan kemudian ia balik bertanya kepada Teki:
“Kamu sendiri bagaimana Teki...?”
“Mirip denganmu hanya lebih parah, aku single parent..”Teki menjawab dengan sedikit sedih.
“Dan kau Eti....?” Sekarang Mey bertanya ke Eti.
“Hmm, patah hati sebelum pacaran..” Eti menjawab.
“Ha.. ha ... ha.., ” Mereka tertawa bersama   
“Jomblo sejati teh Eti...”Mey sekarang mulai bercanda.
“Hmm merasa sepi tidak ada kekasih...? Teki membuka percakapan kembali.
“Ya kadang-kadang... tapi aku sudah memutuskan ada atau tidak ada kekasih aku mau jadi orang sukses yang bahagia” Mey menjawab.
“Mey ucapanmu itu membuat aku jadi ingat sebuah kalimat yang pernah diposting di FB Mandiri Sahabatku, aku periksa sebentar ya...., nah  nah ini kalimatnya..”Eti berkata dan menunjukkan HP nya kepada teman-temannya dan tertulis disana.
---------------------------------------------------
Don’t wait for someone to bring you flowers. Plant your own garden and decorate your own soul (Jangan menunggu seseorang datang membawa seikat bunga untukmu tapi perindahlah taman hidup kita dengan bunga yang kita tanam sendiri)
-----------------------------------------------------
“Ya ya aku ingat tuh Teki…sebab untuk dunia bisnis pepatah itu bisa berbunyi jangan hanya menunggu pembeli datang ke toko kita tapi percantik dan perbaiki toko kita sehingga begitu indah dan membuat orang datang ke toko kita….”Eti berbagi pendapat dengan teman-temannya.
“Kalau menurut ku bisa juga diartikan juga jangan bengong tiap hari memusingkan masa depan tapi belajar dan bertindaklah setiap hari sehingga dari waktu ke waktu masa depan akan makin jelas dan makin mantap..” Sekarang Mey juga urun rembug.
“Sip sip sip, sekarang giliranku nih…”Teki tidak mau ketinggalan.
“Jangan hanya menunggu seseorang datang memberi rejeki tapi berinovasilah setiap hari sehingga rejeki merasa pantas datang ke pelukan anda…”
“Hebat..hebat…, satu lagi satu lagi aku ingat posting pak Antonius tentang hal ini yaitu nasehatnya kepada Iona anak perempuannya, ini dia postingnya…”Demikian Eti juga ikut berkata dengan semangat.
-------------------------------------------------------------------------
Jangan menanti-nanti seorang pria datang meminangmu tapi inovasikan dan entrepreneurkan dirimu sendiri sedemikian rupa sehingga hanya pria bodoh yang tidak mau kepadamu.
--------------------------------------------------------------------------
“Ha... ha... ha, lucu juga ya...” Mereka bertiga tertawa terpingkal.
“Rupanya banyak pria bodoh di sekitar kita, sombong ni ye...”Teki bercanda membuat suasana makin ceria.
“Jadi bisa aku simpulkan Jomblo + Entrepreneurship = Masa Depan Cerah, biar jomblo tetap bahagia dan sukses asal bersama entreprenurship, setuju teman-teman...?” Eti yang radar cintanya sering blank menyimpulkan dengan ringan dan riang. 
Mereka masih tergelak penuh tawa namun tiba-tiba telepon berdering di HP Mey...kring...kring...kring
“Ops.... ini dari Indonesia, ada apa ya....”Mey segera mengangkat telepon
“Halo-halo...... Apa! ...Yang betul!...Dimana, kapan bagaimana!!  Aduh kasihan sekali adikku harus operasi....Jadi bagaimana? Aku harus pulang....? Sungguh...? Kapan....? Sekarang? Harus sekarang...? Demikian percakapan-percakapan yang Teki dan Eti dengar dan tak lama kemudia telepon ditutup dan Mey menangis terisak-isak.
“Aku baru membelikan sebuah motor untuk adik, sekarang kecelakaan dan harus dioperasi.... aku nyesal... aku nyesal membelikan motor. Sekarang mereka minta aku pulang segera, sekarang bukan waktu cuti dan juga bagaimana mendapatkan  tiket di hari Minggu...?
Teki dan Eti berusaha menghibur:”Mey yuk kami bantu sebisanya, sekarang mari pulang dengan segera dan minta Mrs.Chen membantumu mendapatkan tiket, dia kan orang penting di perusahaan penerbangan...”
“Betul-betul Mey, Mr.Chen pasti membantumu mendapatkan tiket itu, kau kan sudah berjasa kepada dia...?
(Bersambung)
Pertanyaan untuk refleksi: Apa yang aku pelajari dari cerita Sekolah Kehidupan pada bagian ini..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar