Jumat, 26 Oktober 2012

SEKOLAH KEHIDUPAN Bagian 10

Sekolah Kehidupan
Bab 10: Inovasi di dalam Restoran Usulan Eti



Eti menyampaikan kepada Mr.Lee usulan membuka restoran lebih pagi sambil memperlihatkan foto, pertimbangan dan perhitungan yang meyakinkan. Ketika Mr.Lee masih terkagum-kagum kembali Eti mengajukan dua usul berikut.
“Aku mengatakan kepada Mr.Lee bahwa selama 3 hari terakhir aku mengamati pelanggan-pelanggan yang makan siang. Aku melihat 7 dari 10 pelanggan yang melihat poster besar Lemon & Honey Tea yang dipasang di dinding sebelah timur restoran memutuskan untuk memilih minuman khas L-Restaurant itu. Memang sudah 5 tahun terakhir ini Lemon & Honey Tea dari L-Restaurant menjadi salah satu minuman kebanggaan L-Restaurant karena banyak disukai pelanggan. Harganya tentu lebih mahal sedikit namun pelanggan tetap menyukainya.......”
“Belum nyambung nih Eti....” Mei seakan tidak sabar.
“Cerita belum selesai Mei, sabar ya...”.Teki mengingatkan Mei.
“Nah aku perhatikan ternyata poster Lemon & Honey Tea hanya ada di dinding bagian timur kenapa tidak juga dipasang di bagian rarat sehingga pelanggan yang duduk menghadap barat bisa diingatkan dan mereka juga bisa memesan minuman khusus L-Restaurant. Ada 2 keuntungan. Pertama minuman itu makin laku artinya keunikan dari L-Restauran makin dikenal. Kedua pasti Mr.Lee dapat laba lebih besar karena memang minuman itu sudah terkenal dan harganya sedikit mahal dibandingkan minuman lain...” Demikian Eti menjelaskan.
“Lalu bagaimana respon Mr.Lee nya Eti....?” Sekarang Teki yang melonjak rasa ingin tahunya.
Dengan penuh kebanggaan Eti menjawab:”Dia makin garuk-garuk kepala dan mengatakan padaku kenapa ya karyawan-karyawan restoran sendiri yang sudah kerja lebih dari 5 tahun tapi tidak melihat hal ini....”
“Lalu apa jawabmu Eti...?” Mei kembali bertanya.
“He..he..he, aku bilang itu lho untungnya mengijinkan aku ikut pelatihan entrepreneurship Mandiri Sahabatku, so pasti lah...., ha,... ha... ha.” Eti menjawab sambil tergelak bangga.
“Yah betul Eti, pembelajaran entrepreneurship yang tepat dan disambut baik oleh kita sendiri dengan sepenuh hati seharusnya dapat mengubahkan cara pandang, cara kerja dan cara kita memandang masa depan bukan...? Teki seakan membuat kesimpulan.
“Tapi tunggu sebentar teman-teman, itu baru ide yang ke 2 aku masih ada ide ke 3...” Eti memulai lagi percakapan.
“Wah kalau ide pertama dan kedua saja sudah membuat Mr.Lee garuk-garuk kepala jadi rupanya gara-gara ide yang ke 3 ini membuat Mr.Lee garuk-garuk dompetnya dan menyerahkan uang HKD untukmu ya Eti..., ha..ha ha...” Sekarang Mei yang memberikan komentar.
“Apa, apa ide berikutnya Eti..?” Teki bertanya dengan tidak sabar.
Eti menjawab dengan kalem tapi penuh percaya diri, berbeda sekali dengan Eti sebelumnya yang seringkali banyak diam dan seyum-seyum saja.
“Aku mengatakan kepada Mr.Lee bahwa sudah 3 tahun terakhir ini berdasarkan hasil penjualan, cerita para pelayan restoran dan juga komentar pelanggan bahwa Fish Noodle Soup L-Restaurant yang paling ngetop di Causeway Bay....”
“Ya betul majikan ku juga mengatakan seperti itu..” Mei membenarkan
“Nah sekarang yang aku pertanyakan ke Mr.Lee kenapa di lembar menu tidak dipasang gambarnya besar-besar, kenapa tidak dibuat posternya seperti Lemon & Honey Tea...?” Eti menceritakan bagaimana dia memberikan sebuah pencerahan untuk Mr.Lee. Itulah 3 gagasan inovatif yang disampaikan Eti kepada majikannya Mr.Lee. Eti bukan karyawan restoran ia hanya seorang pengasuh anak Mr.Lee namun kepeduliaan, perhatian dan gagasannya melampui apa yang menjadi tugasnya. Ini terjadi karena ia sadar bahwa Mr.Lee adalah pelanggan utama dia.
“Hmmm ini sungguh kisah luar biasa Eti, selamat, selamat ya...” Teki memberikan komentar dan kemudian Mei juga memberikan komentar:
“Wah kita ini koq bertahun-tahun sudah kerja kenapa tidak dari dulu ya mampu melihat dunia kerja kita dari kaca mata yang berbeda. Kalau dipikir-pikir kita terlalu dibatasi oleh tugas sehari-hari ya sehingga otak pemberian TUHAN tidak kita manfaatkan sepenuhnya, aduuuuh kalau dari dulu kita paham entrepreneurship ...”
Eti juga kemudian menjawab:”Ya begitulah kebanyakan orang hanya berpikir bahwa entrepreneurship hanya berkenaan dengan dagang, berkenaan dengan modal dan bukan berkenaan dengan peluang, kreativitas, inovasi dan berani mengambil risiko. Banyak orang juga berpikir bahwa entrepreneurship baru kita lakukan nanti sesudah pulkam (pulang kampung), nanti kalau sudah buka toko, nanti kalau sudah buka butik, nanti kalau sudah punya kebun, itu salah. Sekarang di Hong Kong, bukan di nanti di kampung kita,  kita juga bisa praktekkan ilmunya di rumah majikan... hmmm aku kira ini yang sangat berharga bagiku karena aku bisa berentrepreneur tiap hari...”
“Betul... betul Eti..” Demikian Teki menguatkan pendapat Eti.
Ngomong-ngomong uang dari Mr.Lee itu mana Eti, kita bisa makan-makan dong sekarang...?” Mei menggoda Eti.
“Beres.. beres kalau soal rejeki aku sih tidak segan berbagi kepada para sahabat Group 3 E, tapi akau ingindulu mendengar ceritamu Mei..., sudah siapkan?
“Ya aku siap teh Eti, aku mulai sekarang ya...?”
(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar